Seri Arah Perjuangan
Dominikus Okbertus Srikujam

Daftar Isi

SERI I
MASALAH PETANI SAWIT DAN UPAYA UNTUK MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN PETANI

Masalah yang dihadapi oleh petani sawit dan upaya yang sudah dan harus dilakukan untuk memastikan hak mereka untuk sejahtera bisa terpenuhi merupakan isu penting dalam industri kelapa sawit. Petani sawit menghadapi berbagai tantangan yang mempengaruhi keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan usaha mereka. Namun, melalui langkah-langkah yang tepat, ada harapan untuk mencapai perbaikan dan peningkatan kondisi petani sawit.

Salah satu masalah utama yang dihadapi oleh petani sawit adalah volatilitas harga pasar. Harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) dipengaruhi oleh faktor-faktor global seperti permintaan, produksi, dan fluktuasi harga minyak mentah. Perubahan tiba-tiba dalam harga CPO dapat berdampak negatif pada pendapatan petani, terutama bagi mereka dengan perkebunan yang lebih kecil. Untuk mengatasi masalah ini, perlu ada mekanisme yang adil dalam menentukan harga kelapa sawit yang mempertimbangkan kepentingan petani.

Selain itu, ketergantungan petani sawit pada satu komoditas menyebabkan mereka sangat rentan terhadap fluktuasi harga dan risiko pasar. Diversifikasi ekonomi menjadi upaya penting yang harus dilakukan. Petani sawit perlu didorong dan didukung untuk menanam tanaman lain di samping kelapa sawit, seperti karet, kakao, atau tanaman pangan lainnya. Diversifikasi ini dapat membantu mengurangi risiko dan meningkatkan pendapatan petani.

Masalah lain yang dihadapi oleh petani sawit adalah konflik lahan dan isu lingkungan. Beberapa perusahaan sawit telah dituduh merampas tanah dari masyarakat adat atau menggusur lahan hutan yang penting bagi keanekaragaman hayati. Konflik lahan ini dapat menimbulkan ketegangan sosial dan merusak citra industri sawit secara keseluruhan. Untuk mengatasi masalah ini, perlindungan hak tenurial petani dan masyarakat adat harus dipastikan, serta kebijakan yang memperhatikan aspek lingkungan harus ditegakkan secara ketat.

Upaya yang sudah dilakukan untuk mengatasi masalah petani sawit termasuk penerapan praktik pertanian berkelanjutan. Program dan inisiatif diluncurkan untuk mendorong petani sawit menerapkan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan, seperti pengurangan penggunaan pestisida dan pupuk kimia, pengelolaan air yang efisien, serta pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati. Selain itu, skema sertifikasi seperti Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) juga didirikan untuk memastikan praktik pertanian sawit yang berkelanjutan.

Pelatihan dan pendampingan teknis juga sangat penting dalam membantu petani sawit meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka. Dukungan dalam hal manajemen keuangan, pemasaran, dan akses ke pembiayaan juga diperlukan agar petani dapat mengelola usaha mereka secara efisien dan berkelanjutan.

Penting juga untuk memastikan adanya keadilan dalam kemitraan antara petani sawit dan perusahaan pengolah atau pabrik kelapa sawit. Kemitraan yang adil harus memperhatikan pembagian keuntungan yang adil, kontrak yang jelas, pemenuhan persyaratan pembayaran yang tepat waktu, serta dukungan teknis yang kontinu.

Selain upaya yang sudah dilakukan, masih ada tindakan yang harus diambil untuk memastikan hak petani sawit untuk sejahtera terpenuhi. Perlindungan sosial yang memadai, seperti akses ke layanan kesehatan, pendidikan, dan fasilitas umum lainnya, harus dipastikan. Keterlibatan petani dalam proses pengambilan keputusan yang mempengaruhi kehidupan mereka juga perlu ditingkatkan, baik di tingkat lokal, regional, maupun nasional.

Selanjutnya, perlindungan yang kuat terhadap hak tenurial petani dan masyarakat adat harus dijamin, termasuk melalui reformasi agraria dan pengakuan hak-hak mereka atas tanah. Adanya mekanisme penetapan harga yang transparan dan adil juga perlu diperjuangkan, sehingga petani dapat mendapatkan nilai yang layak atas produk mereka.

Keseluruhan, upaya yang berkelanjutan dan kolaboratif dari pemerintah, industri, LSM, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan hak petani sawit untuk sejahtera terpenuhi. Dengan mengatasi masalah yang dihadapi petani sawit dan melibatkan mereka dalam proses pembuatan keputusan, dapat diharapkan perbaikan yang signifikan dalam kondisi dan kesejahteraan petani sawit serta kelangsungan industri sawit yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

SERI II
MENINGKATKAN KETERLIBATAN PETANI SAWIT DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN : KUNCI UNTUK KEBERLANJUTAN INDUSTRI DAN KESEJAHTERAAN PETANI

Industri kelapa sawit memiliki dampak yang signifikan dalam sektor pertanian dan ekonomi di Indonesia. Namun, dalam perjalanan yang panjang menuju keberlanjutan, penting untuk memperhatikan peran dan partisipasi petani sawit dalam proses pengambilan keputusan yang mempengaruhi kehidupan mereka. Melibatkan petani sawit dalam pengambilan keputusan, baik di tingkat lokal, regional, maupun nasional, adalah langkah penting untuk mencapai keadilan, keberlanjutan ekonomi, dan kesejahteraan petani. Dalam Sei II  ini, saya akan menjelaskan mengapa partisipasi petani sawit dalam pengambilan keputusan adalah suatu keharusan.

 

Pemahaman yang Mendalam tentang Realitas Petani:

Hanya petani yang berada di garis depan yang benar-benar memahami tantangan, kebutuhan, dan aspirasi mereka. Dengan melibatkan petani dalam pengambilan keputusan, kita dapat memperoleh wawasan yang lebih baik tentang kondisi di lapangan, keberlanjutan praktik pertanian, dan kebutuhan spesifik petani. Hal ini memungkinkan keputusan yang lebih baik dan solusi yang lebih tepat untuk masalah yang dihadapi oleh petani.

 

Kepentingan Dalam Keputusan yang Memengaruhi Kehidupan Mereka:

Petani sawit adalah pemangku kepentingan kunci dalam industri kelapa sawit. Keputusan yang dibuat oleh pemerintah, perusahaan, dan lembaga terkait dapat memiliki dampak langsung pada kehidupan, mata pencaharian, dan kesejahteraan petani. Oleh karena itu, melibatkan mereka dalam proses pengambilan keputusan adalah cara yang tepat untuk memperhatikan kebutuhan dan aspirasi mereka.

 

Pengetahuan Lokal dan Pengalaman di Bidang Pertanian:

Petani sawit memiliki pengetahuan dan pengalaman yang berharga dalam praktek pertanian dan budidaya kelapa sawit. Mereka memiliki pemahaman mendalam tentang kondisi lokal, tantangan, dan potensi yang terkait dengan usaha pertanian mereka. Melibatkan petani dalam pengambilan keputusan membawa perspektif yang penting untuk menginformasikan kebijakan dan langkah-langkah yang lebih relevan dan efektif.

 

Dampak Sosial dan Lingkungan yang Lebih Positif:

Partisipasi petani sawit dalam pengambilan keputusan membantu memastikan bahwa kebijakan dan tindakan yang diambil mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan yang lebih luas. Petani sawit memiliki pengetahuan langsung tentang lingkungan tempat mereka beroperasi dan masyarakat sekitarnya. Dengan melibatkan mereka, keputusan yang diambil dapat meminimalkan dampak negatif dan mempromosikan praktik pertanian yang berkelanjutan.

 

Meningkatkan Keadilan dan Distribusi Keuntungan:

Industri sawit sering kali terkait dengan isu keadilan dan distribusi keuntungan yang tidak merata. Petani sawit sering kali berada di tingkat yang lebih rendah dalam rantai pasok dan mungkin tidak memiliki akses yang sama ke informasi, sumber daya, dan peluang. Melibatkan petani dalam pengambilan keputusan memberi mereka kesempatan untuk berkontribusi pada perumusan kebijakan yang memastikan keadilan dalam distribusi keuntungan dan peluang yang adil bagi semua pihak terkait.

 

Mendorong Penerimaan dan Kepatuhan Terhadap Kebijakan:

Melibatkan petani sawit dalam pengambilan keputusan juga dapat mendorong penerimaan dan kepatuhan terhadap kebijakan dan peraturan yang ditetapkan. Ketika petani merasa memiliki suara dan terlibat dalam pembuatan keputusan, mereka lebih mungkin untuk mendukung dan mengikuti kebijakan yang diterapkan. Ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagi implementasi yang lebih efektif dari kebijakan dan langkah-langkah yang diambil.

 

Partisipasi petani sawit dalam pengambilan keputusan adalah langkah penting untuk memastikan keberlanjutan industri dan kesejahteraan petani. Melibatkan petani dalam pembuatan kebijakan dan proses pengambilan keputusan memberi mereka hak untuk menyuarakan kepentingan mereka, mempertimbangkan pengetahuan lokal mereka, dan memastikan dampak sosial dan lingkungan yang lebih positif. Dengan meningkatkan partisipasi petani sawit dalam pengambilan keputusan di tingkat lokal, regional, dan nasional, kita dapat membangun industri kelapa sawit yang lebih adil, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi semua pemangku kepentingan.

SERI III
PERAN PETANI SAWIT DAN PENTINGNYA PERWAKILAN PETANI SAWIT DI DPD RI

Industri kelapa sawit merupakan sektor pertanian yang vital dalam perekonomian Indonesia, dengan petani sawit berperan sebagai pilar utama dalam produksi kelapa sawit. Untuk memastikan kepentingan petani sawit diwakili secara efektif, perlu adanya perwakilan petani sawit di lembaga legislatif, seperti Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia. Pada Seri III  ini, saya  akan membahas peran penting petani sawit dan mengapa perwakilan petani sawit di DPD RI sangatlah relevan.

 

Kontribusi Petani Sawit terhadap Ekonomi:

Petani sawit berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Mereka menciptakan lapangan kerja, menghasilkan pendapatan, dan berkontribusi pada pemasukan devisa negara melalui ekspor produk kelapa sawit. Dengan populasi petani sawit yang signifikan di Indonesia, perwakilan mereka di DPD RI akan memastikan bahwa kebijakan dan keputusan yang diambil mempertimbangkan kepentingan ekonomi petani sawit.

 

Pengetahuan Lokal dan Pengalaman Petani Sawit:

Petani sawit memiliki pengetahuan lokal dan pengalaman praktis yang mendalam tentang industri kelapa sawit. Mereka memiliki pemahaman yang langsung tentang tantangan, kebutuhan, dan peluang yang dihadapi dalam usaha pertanian mereka. Keterlibatan petani sawit dalam proses pengambilan keputusan di DPD RI akan membawa perspektif berharga yang mungkin terlewatkan oleh legislator lainnya. Hal ini memungkinkan perumusan kebijakan yang lebih akurat dan efektif.

 

Perlindungan Hak dan Kesejahteraan Petani Sawit:

Perwakilan petani sawit di DPD RI dapat memperjuangkan perlindungan hak dan kesejahteraan petani sawit. Mereka dapat mengadvokasi kebijakan yang mendukung akses ke pembiayaan, pelatihan keterampilan, infrastruktur pertanian, dan harga yang adil untuk produk kelapa sawit. Keberadaan perwakilan petani sawit di DPD RI akan memastikan bahwa suara petani didengar dan kepentingan mereka diwakili secara efektif.

 

Pengembangan Praktik Pertanian yang Berkelanjutan:

Petani sawit adalah bagian integral dari transisi menuju pertanian berkelanjutan. Dengan keahlian dan pengetahuan yang mereka miliki, mereka dapat membantu merumuskan kebijakan dan program yang mendukung praktik pertanian yang bertanggung jawab secara sosial, lingkungan, dan ekonomi. Perwakilan petani sawit di DPD RI akan memperjuangkan kebijakan yang mendorong pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana, peningkatan efisiensi, dan penggunaan teknologi yang inovatif.

 

Penyelesaian Konflik Lahan dan Hak Tenurial:

Industri kelapa sawit sering terkait dengan konflik lahan dan hak tenurial antara petani sawit, masyarakat adat, dan perusahaan. Keberadaan perwakilan petani sawit di DPD RI dapat memfasilitasi dialog, mencari solusi yang adil, dan melindungi hak-hak petani sawit. Perwakilan petani sawit dapat berperan dalam merumuskan kebijakan yang menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam industri kelapa sawit.

 

Kesimpulan:

Peran petani sawit dalam industri kelapa sawit tidak dapat diabaikan, dan keberadaan perwakilan petani sawit di DPD RI sangatlah penting. Melalui perwakilan yang efektif, petani sawit dapat mempengaruhi kebijakan dan pengambilan keputusan yang memengaruhi kehidupan dan usaha mereka. Partisipasi petani sawit dalam pengambilan keputusan di DPD RI akan memastikan keberlanjutan sektor pertanian, perlindungan hak petani, pengembangan praktik pertanian yang berkelanjutan, dan penyelesaian konflik yang adil. Dengan demikian, perwakilan petani sawit di DPD RI adalah langkah penting dalam menjaga kepentingan dan kesejahteraan petani sawit di Indonesia.

SERI IV
DOMINIKUS OKBERTUS SRIKUJAM, UTUSAN PETANI KALIMANTAN BARAT DI DPD RI

Pemilihan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia adalah proses politik penting yang memungkinkan warga negara untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi kehidupan mereka. Sebagai Salah satu petani sawit,  Dominikus Okbertus Srikujam memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI dari daerah pemilihan Kalimantan Barat. Pada Seri IV  ini, saya akan menjelaskan alasan lengkap di balik keputusan saya  dan dampak yang mungkin dihasilkan.

 

Utusan Petani Sawit:

Dominikus Okbertus Srikujam, sebagai petani sawit aktif, merasa bahwa penting untuk memiliki perwakilan yang kuat di lembaga legislatif. Dengan menjadi anggota DPD RI, ia ingin menjadi Juru Ruding bagi komunitas petani sawit di Kalimantan Barat. Sebagai pemegang kepentingan utama dalam industri kelapa sawit, petani perlu diwakili secara efektif untuk memperjuangkan kebijakan dan dukungan yang berkelanjutan bagi kelangsungan usaha mereka.

 

Mendorong Pertanian Berkelanjutan:

Salah satu fokus utama Dominikus Okbertus Srikujam dalam pencalonannya adalah mendorong pertanian berkelanjutan, khususnya dalam industri kelapa sawit. Melalui legislasi yang progresif dan kebijakan yang mendukung, ia bertujuan untuk mempromosikan praktik pertanian yang ramah lingkungan, pengelolaan yang bijaksana terhadap sumber daya alam, dan kesejahteraan petani sawit. Dengan perannya di DPD RI, ia berharap dapat mengadvokasi perubahan positif dalam sektor pertanian.

 

Solusi Berkeadilan  Konflik Lahan:

Kalimantan Barat sering menghadapi konflik lahan antara masyarakat adat, petani, dan perusahaan kelapa sawit. Dominikus Okbertus Srikujam melihat bahwa menjadi anggota DPD RI memberinya kesempatan untuk mengadvokasi dan mencari solusi yang berkeadilan bagi semua pihak terlibat. Ia berkomitmen untuk bekerja sama dengan stakeholder terkait untuk menyelesaikan konflik lahan secara adil, memastikan perlindungan hak petani dan masyarakat adat, serta mendorong praktik pertanian yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

 

Pemberdayaan Ekonomi Petani:

Dominikus Okbertus Srikujam ingin mendorong pemberdayaan ekonomi petani sawit di Kalimantan Barat. Melalui kebijakan yang mendukung akses ke pembiayaan, pelatihan keterampilan, dan pemasaran yang adil, ia berharap dapat membantu petani meningkatkan kesejahteraan mereka. Dengan menjadi anggota DPD RI, ia memiliki platform untuk mengadvokasi kebijakan yang memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan kondisi ekonomi petani sawit.

 

Perlindungan Lingkungan:

Dominikus Okbertus Srikujam mengakui perlunya perlindungan lingkungan dalam industri kelapa sawit. Ia berkomitmen untuk mendukung kebijakan dan tindakan yang mempromosikan praktik pertanian yang berkelanjutan, pengelolaan limbah yang baik, dan pelestarian sumber daya alam. Dalam perannya sebagai anggota DPD RI, ia berharap dapat berkontribusi pada pengembangan regulasi yang lebih ketat terkait lingkungan dan pengelolaan yang berkelanjutan.

Dominikus Okbertus Srikujam telah memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI dari daerah pemilihan Kalimantan Barat dengan tujuan menjadi suara dan wakil bagi petani sawit. Dalam perannya, ia berencana untuk memperjuangkan kepentingan petani, mendorong pertanian berkelanjutan, menyelesaikan konflik lahan, memperkuat ekonomi petani, dan melindungi lingkungan. Keterlibatannya di DPD RI dapat memiliki dampak positif dalam mencapai keberlanjutan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani sawit di Kalimantan Barat.

SERI V
MENDORONG TERBENTUKNYA KOMISI NASIONAL PERLINDUNGAN DAN PEMBERDAYAAN PETANI INDONESIA: PERJUANGAN DOMINIKUS OKBERTUS SRIKUJAM DI DPD RI

Dominikus Okbertus Srikujam, seorang petani sawit yang mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, tidak hanya berjuang untuk kepentingan petani sawit, tetapi juga bagi seluruh petani di Indonesia. Salah satu upaya konkret yang dia lakukan adalah mendorong terbentuknya Komisi Nasional Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Indonesia. Artikel ini akan menjelaskan bagaimana Dominikus Okbertus Srikujam memperjuangkan pembentukan komisi nasional ini dan hak-hak petani yang dapat dilindungi olehnya.

 

Justifikasi Perlunya Komisi Nasional Perlindungan dan Pemberdayaan Petani:

Dominikus Okbertus Srikujam mendukung pembentukan Komisi Nasional Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Indonesia sebagai upaya untuk memberikan perlindungan yang lebih kuat bagi petani di negara ini. Komisi ini akan menjadi lembaga independen yang fokus pada kepentingan dan kebutuhan petani dari berbagai sektor, termasuk petani sawit. Dengan adanya komisi ini, hak-hak petani akan lebih diakui dan dilindungi secara menyeluruh.

 

Perlindungan Hak-Hak Petani:

Komisi Nasional Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Indonesia yang didorong oleh Dominikus Okbertus Srikujam akan berperan dalam melindungi hak-hak petani. Hak-hak tersebut mencakup hak atas lahan, hak atas penggunaan sumber daya alam secara adil, hak atas akses pembiayaan yang terjangkau, hak atas pendidikan dan pelatihan, serta hak atas perlindungan sosial dan kesejahteraan. Komisi ini akan memastikan bahwa hak-hak petani dilindungi dan dihormati oleh pemerintah dan pihak terkait.

 

Pemberdayaan Petani:

Selain melindungi hak-hak petani, Komisi Nasional yang diusulkan juga akan fokus pada pemberdayaan petani. Dominikus Okbertus Srikujam memahami pentingnya memberdayakan petani agar mereka dapat meningkatkan produktivitas, kualitas hidup, dan kemandirian ekonomi. Komisi ini akan mendorong akses petani terhadap pelatihan keterampilan, teknologi pertanian modern, dan informasi pasar. Pemberdayaan ini akan membantu petani meningkatkan daya saing dan meningkatkan pendapatan mereka.

 

Advokasi dan Representasi Petani di Tingkat Nasional:

Dominikus Okbertus Srikujam juga mendorong Komisi Nasional ini untuk menjadi wadah advokasi dan representasi petani di tingkat nasional. Komisi ini akan menjadi suara bagi petani di forum-forum kebijakan dan pengambilan keputusan yang mempengaruhi kehidupan dan usaha mereka. Dominikus Okbertus Srikujam bertekad untuk memastikan bahwa suara dan kepentingan petani didengar dan diwakili dengan baik di DPD RI.

 

Dominikus Okbertus Srikujam memperjuangkan pembentukan Komisi Nasional Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Indonesia sebagai langkah konkret untuk melindungi dan memberdayakan petani, termasuk petani sawit, di Indonesia. Melalui komisi ini, hak-hak petani akan dilindungi dan kepentingan mereka akan diadvokasi secara efektif. Komisi ini juga akan berperan dalam mendorong pemberdayaan petani dan memberikan representasi yang kuat bagi mereka di tingkat nasional. Dengan usaha ini, Dominikus Okbertus Srikujam berharap agar petani di Indonesia dapat meraih kesejahteraan yang lebih baik dan memiliki perlindungan yang kuat bagi hak-hak mereka.

SERI VI
PENGAWASAN IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2013 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PEMBERDAYAAN PETANI: PERAN DOMINIKUS OKBERTUS SRIKUJAM DI DPD RI

Selain mendorong terbentuknya Komisi Nasional Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Indonesia, Dominikus Okbertus Srikujam, seorang petani sawit yang mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, juga berkomitmen untuk melakukan pengawasan yang ketat terhadap implementasi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Tulisan ini akan menjelaskan peran penting Dominikus Okbertus Srikujam dalam mengawasi pelaksanaan undang-undang tersebut dan bagaimana hal ini akan memberikan manfaat bagi petani di Indonesia.

 

Memastikan Kepatuhan Pemerintah:

Dominikus Okbertus Srikujam akan menggunakan posisinya di DPD RI untuk memastikan kepatuhan pemerintah dalam melaksanakan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013. Melalui pengawasan yang cermat, ia akan memastikan bahwa pemerintah mengambil langkah-langkah konkret untuk melindungi dan memberdayakan petani, termasuk petani sawit, sesuai dengan ketentuan yang ada.

 

Menyusun Indikator dan Mekanisme Pengawasan:

Dominikus Okbertus Srikujam akan berperan dalam menyusun indikator dan mekanisme pengawasan yang jelas dan transparan terkait implementasi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013. Hal ini bertujuan untuk memantau dengan seksama langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah dalam menjalankan undang-undang tersebut. Pengawasan yang baik akan membantu memastikan bahwa petani mendapatkan perlindungan yang layak dan mendapatkan akses yang adil terhadap sumber daya dan pembiayaan.

 

Melakukan Tinjauan Lapangan:

Sebagai seorang petani sawit yang peduli dengan keadaan petani di Indonesia, Dominikus Okbertus Srikujam akan melakukan tinjauan lapangan secara langsung untuk memahami situasi dan tantangan yang dihadapi oleh petani. Melalui kunjungan ke lokasi pertanian, ia akan mendapatkan informasi yang lebih akurat tentang implementasi undang-undang dan dampaknya terhadap kehidupan petani. Tinjauan lapangan ini akan memberikan wawasan yang berharga dalam pengawasan dan memungkinkan langkah-langkah perbaikan yang lebih efektif.

 

Berkomunikasi dengan Stakeholder Terkait:

Dominikus Okbertus Srikujam akan berkomunikasi dengan berbagai stakeholder terkait, termasuk pemerintah, lembaga terkait, organisasi petani, dan masyarakat sipil, untuk memastikan koordinasi yang efektif dalam pengawasan implementasi undang-undang. Dengan berkolaborasi dengan semua pihak yang terlibat, ia akan memastikan bahwa kepentingan petani menjadi perhatian utama dalam kebijakan dan program yang dilaksanakan.

 

Melaporkan Temuan dan Rekomendasi:

Dominikus Okbertus Srikujam akan secara aktif melaporkan temuan-temuan pengawasan dan memberikan rekomendasi kepada DPD RI, serta berkomunikasi dengan instansi terkait, untuk mendorong perbaikan dalam pelaksanaan undang-undang. Laporan ini akan mencakup informasi tentang keberhasilan dan tantangan yang dihadapi oleh petani, serta saran-saran konkret untuk meningkatkan perlindungan dan pemberdayaan mereka.

 

Dominikus Okbertus Srikujam akan menjalankan perannya sebagai anggota DPD RI dengan berkomitmen untuk mengawasi pelaksanaan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Dengan melakukan pengawasan yang ketat, melakukan tinjauan lapangan, berkomunikasi dengan stakeholder terkait, dan melaporkan temuan dan rekomendasi, ia berharap dapat memastikan bahwa petani, termasuk petani sawit, mendapatkan perlindungan yang adil dan mendapatkan pemberdayaan yang sesuai dengan undang-undang. Melalui upayanya ini, Dominikus Okbertus Srikujam berharap dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan petani di Indonesia.

SERI VII
PENGAWASAN DAN PERTIMBANGAN TERHADAP PENGGUNAAN DANA BAGI HASIL PERKEBUNAN SAWIT

Dominikus Okbertus Srikujam, seorang petani sawit dan calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, memiliki perhatian khusus terhadap penggunaan Dana Bagi Hasil Sawit. Dalam perannya di DPD RI, ia berkomitmen untuk melakukan pengawasan yang teliti terhadap penggunaan dana ini, serta memberikan pertimbangan yang berpihak pada kepentingan petani sawit. Di Seri VII ini akan menjelaskan bagaimana Dominikus Okbertus Srikujam melaksanakan pengawasan dan pertimbangan terhadap penggunaan Dana Bagi Hasil Sawit demi melindungi kepentingan petani sawit.

 

Pengawasan yang Teliti:

Dominikus Okbertus Srikujam akan melakukan pengawasan yang teliti terhadap penggunaan Dana Bagi Hasil Sawit. Ini mencakup memastikan bahwa dana tersebut digunakan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, termasuk alokasi yang adil dan transparan bagi petani sawit. Melalui analisis dan penilaian yang cermat, ia akan memastikan bahwa dana tersebut tidak disalahgunakan atau diarahkan untuk kepentingan yang tidak sesuai.

 

Pertimbangan Kepentingan Petani Sawit:

Dominikus Okbertus Srikujam akan memberikan pertimbangan yang berpihak pada kepentingan petani sawit dalam penggunaan Dana Bagi Hasil Sawit. Hal ini mencakup memastikan bahwa alokasi dana yang cukup diberikan kepada petani sebagai pemangku kepentingan utama dalam industri sawit. Ia akan mengadvokasi kebijakan yang memberikan manfaat langsung kepada petani sawit, seperti bantuan teknis, pembiayaan yang terjangkau, dan program pengembangan usaha.

 

Transparansi dan Akuntabilitas:

Dominikus Okbertus Srikujam akan mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan Dana Bagi Hasil Sawit. Ia akan mendesak agar pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan dana tersebut, termasuk pemerintah, perusahaan kelapa sawit, dan lembaga terkait, mengikuti prinsip-prinsip transparansi dan menyediakan laporan yang jelas mengenai penggunaan dana. Ini akan memastikan bahwa petani sawit dapat melacak dan memverifikasi penggunaan dana tersebut sesuai dengan kepentingan mereka.

 

Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Sawit:

Melalui pengawasan dan pertimbangan terhadap penggunaan Dana Bagi Hasil Sawit, Dominikus Okbertus Srikujam bertujuan untuk melindungi dan memberdayakan petani sawit. Ia akan memastikan bahwa dana tersebut digunakan untuk meningkatkan kondisi ekonomi petani, mendukung peningkatan produksi dan kualitas, serta memberikan akses terhadap pendidikan dan pelatihan yang memperkuat kapasitas petani sawit.

 

Kolaborasi dengan Stakeholder Terkait:

Dominikus Okbertus Srikujam akan berkomunikasi dan berkolaborasi dengan berbagai stakeholder terkait, termasuk perusahaan kelapa sawit, organisasi petani, pemerintah, dan masyarakat sipil, dalam upayanya untuk melakukan pengawasan dan memberikan pertimbangan yang berkualitas terhadap penggunaan Dana Bagi Hasil Sawit. Kolaborasi ini akan memungkinkan pertukaran informasi, diskusi, dan pemantauan bersama yang lebih efektif.

 

Kesimpulan:

Dominikus Okbertus Srikujam, sebagai calon anggota DPD RI yang peduli terhadap kepentingan petani sawit, akan melaksanakan pengawasan dan memberikan pertimbangan yang berpihak pada petani sawit dalam penggunaan Dana Bagi Hasil Sawit. Melalui pengawasan yang teliti, pertimbangan kepentingan petani sawit, transparansi, akuntabilitas, perlindungan, pemberdayaan, dan kolaborasi dengan stakeholder terkait, ia berharap dapat melindungi hak dan kepentingan petani sawit serta meningkatkan kesejahteraan mereka. Dengan upaya ini, Dominikus Okbertus Srikujam berharap dapat menciptakan perubahan positif dalam industri sawit dan menghadirkan keadilan bagi petani sawit di Indonesia.

SERI VIII
PETANI BERSATU MENDUKUNG DOMINIKUS OKBERTUS SRIKUJAM: SUARA PETANI SAWIT KALIMANTAN BARAT DI DPD RI

Di tengah tantangan dan perjuangan yang dihadapi oleh petani sawit Kalimantan Barat, hadir sosok yang siap menjadi suara dan perwakilan petani di Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia. Dominikus Okbertus Srikujam, seorang petani sawit yang berdedikasi, memperjuangkan kepentingan petani sawit dan petani Kalimantan Barat secara keseluruhan di tingkat nasional. Seri VIII ini mengajak seluruh petani Kalimantan Barat dan petani sawit khususnya untuk bersatu mendukung Dominikus Okbertus Srikujam sebagai utusan petani di DPD RI.

 

Dedikasi dan Pengalaman Petani Sawit:

Dominikus Okbertus Srikujam memiliki latar belakang sebagai petani sawit yang memahami tantangan dan kebutuhan petani sawit di Kalimantan Barat. Ia telah merasakan secara langsung perjuangan dalam menghadapi fluktuasi harga, akses terhadap pembiayaan, dan tantangan lainnya. Dengan pengalaman dan dedikasinya sebagai petani sawit, Dominikus Okbertus Srikujam mampu memahami dan mengadvokasi kepentingan petani sawit dengan baik.

 

Suara dan Perwakilan di DPD RI:

Dengan mendukung Dominikus Okbertus Srikujam sebagai utusan petani di DPD RI, petani sawit Kalimantan Barat akan memiliki suara yang didengar dan perwakilan yang memperjuangkan kepentingan Petani di tingkat nasional. Dominikus Okbertus Srikujam akan menjadi jembatan antara petani sawit dan kebijakan nasional, memastikan bahwa kebutuhan dan aspirasi petani sawit didengar dan diperjuangkan dengan sungguh-sungguh.

 

Perlindungan Hak dan Kesejahteraan Petani Sawit:

Dominikus Okbertus Srikujam akan berjuang untuk perlindungan hak dan peningkatan kesejahteraan petani sawit. Ia akan mengadvokasi kebijakan yang memberikan akses terhadap pembiayaan yang terjangkau, bantuan teknis, dan program pengembangan usaha. Melalui perannya di DPD RI, Dominikus Okbertus Srikujam akan memastikan bahwa petani sawit mendapatkan perlindungan yang layak dan memperoleh kondisi yang lebih baik dalam industri sawit.

 

Mendorong Pembangunan Pertanian Berkelanjutan:

Dominikus Okbertus Srikujam akan mendukung upaya pembangunan pertanian berkelanjutan, termasuk pertanian sawit yang bertanggung jawab secara lingkungan dan sosial. Ia akan memperjuangkan adopsi praktik pertanian yang ramah lingkungan, penggunaan teknologi yang inovatif, dan penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam produksi kelapa sawit. Dengan demikian, petani sawit dapat tetap berproduksi secara berkelanjutan sambil menjaga kelestarian lingkungan.

 

Komitmen pada Konsultasi dan Partisipasi Petani:

Dominikus Okbertus Srikujam akan menjunjung tinggi nilai konsultasi dan partisipasi petani dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi kehidupan mereka. Ia akan mengadakan dialog dan pertemuan dengan petani sawit untuk mendengarkan aspirasi dan masukan mereka. Melalui komunikasi yang terbuka, Dominikus Okbertus Srikujam akan mewakili dan memperjuangkan kepentingan petani sawit secara berkesinambungan.

 

Dalam menghadapi tantangan dan perjuangan sebagai petani sawit Kalimantan Barat, penting bagi seluruh petani dan komunitas petani sawit untuk bersatu mendukung Dominikus Okbertus Srikujam sebagai utusan petani di DPD RI. Melalui dedikasinya, suara petani sawit akan didengar di tingkat nasional, dan kepentingan petani sawit akan diperjuangkan dengan sungguh-sungguh. Dengan dukungan kita, Dominikus Okbertus Srikujam dapat membawa perubahan positif bagi petani sawit Kalimantan Barat dan meningkatkan kesejahteraan mereka serta pertumbuhan industri sawit secara berkelanjutan. Bersatu, kita dapat mencapai masa depan yang lebih baik untuk petani sawit Kalimantan Barat dan Indonesia.