Kemajuan Sektor Pertanian jadi Masalah Mendesak, Dominikus Okbertus Srikujam Sumbang Pemikiran

Pada tanggal 23 Juli 2023, Lembaga survey INDIKATOR merilis hasil survei Nasional yang menarik perhatian. Dipimpin oleh sosok yang berpengalaman, Burhanuddin Muhtadi, Ph.D., survei ini bertema KEPEMIMPINAN NASIONAL DAN DINAMIKA ELEKTORAL JELANG 2024, DIMATA GENERASI MUDA.

Data dari DP4 yang diterima oleh KPU menunjukkan bahwa jumlah pemilih muda di bawah usia 40 tahun mencapai sekitar 107 juta dari total 204 juta pemilih, atau sekitar 53-55%. Ini menandakan betapa pentingnya peran generasi muda dalam proses pemilu mendatang.

Namun, dalam tulisan ini, saya tidak akan membahas calon presiden, calon wakil presiden, atau partai politik yang akan didukung oleh kelompok generasi (baik tua maupun muda). Lebih menarik untuk mengeksplorasi apa saja Masalah Mendesak yang harus ditangani oleh pemerintah di masa mendatang.

Hasil temuan survey ini mengungkap enam masalah utama yang mendesak untuk diselesaikan. Mengendalikan harga kebutuhan pokok, mengurangi kemiskinan, dan memajukan sektor pertanian menjadi fokus bagi generasi yang lebih tua. Sementara itu, generasi muda lebih memprioritaskan persoalan lapangan kerja, pemberantasan korupsi, dan keamanan/ketertiban.

Menilik temuan yang menarik ini, saya sebagai Bakal Calon Anggota DPD RI Dapil Kalimantan Barat pada pemilu 2024 yang diutus oleh petani, merasa begitu bersemangat. Apa alasannya? Karena masalah memajukan sektor pertanian bukan hanya menjadi persoalan di Kalimantan Barat, tetapi telah menjadi masalah dan isu nasional. Hal ini menambah optimisme bahwa pertanian adalah masalah kita bersama dan harus diperjuangkan secara kolektif.

Sektor pertanian harus maju karena memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai aspek penting dalam kehidupan manusia dan perkembangan suatu negara. Alasan-alasan untuk kemajuan sektor pertanian antara lain:

  1. Ketahanan Pangan: Pertanian adalah sumber utama produksi pangan, dan dengan pertumbuhan populasi yang terus meningkat, penting bagi suatu negara untuk memiliki sektor pertanian yang maju dan produktif untuk memastikan ketersediaan dan kecukupan pangan bagi seluruh penduduknya.
  2. Penghidupan Petani: Sebagian besar masyarakat di negara-negara berkembang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Dengan pertanian yang maju, petani akan memiliki akses ke teknologi, pengetahuan, dan pasar yang lebih baik, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka.
  3. Perekonomian Nasional: Pertanian berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara. Sebagai sektor yang besar dan beragam, pertanian menyediakan lapangan kerja, kontribusi ekspor, dan bahan baku bagi industri lainnya.
  4. Pengurangan Kemiskinan: Pertanian yang maju dapat mengurangi tingkat kemiskinan di daerah pedesaan. Dengan meningkatnya produktivitas pertanian, masyarakat pedesaan memiliki kesempatan untuk mengalihkan dari sektor pertanian tradisional menuju industri dan usaha lainnya.
  5. Keberlanjutan Lingkungan: Pertanian yang maju dapat mengadopsi teknologi dan praktik berkelanjutan yang lebih ramah lingkungan. Ini membantu menjaga keseimbangan ekosistem, melindungi keanekaragaman hayati, dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
  6. Diversifikasi Ekonomi: Pertanian yang maju memungkinkan pengembangan sektor agroindustri dan pengolahan hasil pertanian. Diversifikasi ekonomi ini menciptakan nilai tambah dan memperkuat ketahanan ekonomi negara.
  7. Peran dalam Pembangunan: Sektor pertanian memiliki keterkaitan yang kuat dengan sektor lainnya, seperti perdagangan, transportasi, dan perbankan. Kemajuan di sektor pertanian akan membawa dampak positif secara luas pada pembangunan nasional.
  8. Keamanan Nasional: Ketahanan pangan yang dihasilkan dari pertanian yang maju akan memastikan negara memiliki cadangan pangan dalam menghadapi krisis atau bencana alam.

Oleh karena itu, sebagai Bakal Calon Anggota DPD RI Dapil Kalimantan Barat, saya telah menyusun VISI, MISI, dan Program Kerja yang dapat membantu menyelesaikan masalah di sektor pertanian. Visi, misi, dan program kerja ini akan saya tawarkan kepada pemilih pada pemilu 2024 mendatang.

Visi saya sebagai Bakal Calon DPD RI adalah: Mewujudkan kebijakan pertanian yang maju, adil, dan berkelanjutan untuk mencapai kesejahteraan petani dan masyarakat di Kalimantan Barat dan Indonesia.

Untuk mencapai visi tersebut, saya memiliki misi yang kuat, antara lain:

  1. Mendorong terbentuknya Komisi Nasional Perlindungan Petani Indonesia: Melalui lembaga ini, akan diperjuangkan perlindungan dan pemberdayaan petani dengan advokasi dan pengembangan kebijakan yang berpihak pada kepentingan petani serta mendukung keberlanjutan sektor pertanian.
  2. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan UU No. 19 Tahun 2013 tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Petani: Memastikan implementasi undang-undang ini berjalan efektif dan berdaya guna bagi petani, dengan memonitor pelaksanaannya serta memperjuangkan perbaikan dan perubahan kebijakan jika diperlukan.
  3. Melakukan pengawasan dan memberikan pertimbangan terhadap pelaksanaan Peraturan Pemerintah tentang Dana Bagi Hasil Sawit: Berkomitemen untuk mengawasi dan memastikan dana bagi hasil sawit dikelola secara transparan dan adil, serta memberikan pertimbangan agar dana tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung diversifikasi pertanian.
  4. Melakukan pengawasan terhadap stabilitas harga komoditas pertanian: Mengawasi fluktuasi harga komoditas pertanian untuk mengidentifikasi masalah dan solusi yang relevan, serta berperan dalam mencari cara untuk menjaga stabilitas harga dan memitigasi dampaknya terhadap petani.

Program kerja yang saya usulkan selaras dengan visi dan misi untuk mewujudkan kebijakan pertanian yang maju, adil, dan berkelanjutan. Program-program tersebut meliputi:

  1. Program Pembentukan Komisi Nasional Perlindungan Petani Indonesia:
  • Melakukan advokasi dan penyusunan rancangan undang-undang untuk mendirikan Komisi Nasional Perlindungan Petani Indonesia.
  • Mengajukan undang-undang ke DPR RI untuk dipertimbangkan dan diajukan sebagai inisiatif legislatif guna mendapatkan dukungan lebih lanjut dari lembaga tersebut.
  • Membangun koalisi dengan anggota DPD RI lainnya, DPR RI, dan pihak terkait untuk memperkuat pemahaman dan urgensi keberadaan komisi perlindungan petani.
  1. Program Pengawasan Implementasi UU No. 19 Tahun 2013 tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Petani:
  • Melakukan kunjungan ke wilayah dapil Kalimantan Barat untuk mengawasi implementasi UU No. 19 Tahun 2013 dan menilai dampaknya bagi petani.
  • Mengadakan pertemuan dan diskusi dengan masyarakat petani, organisasi pertanian, dan pemerintah daerah untuk memantau dan mengevaluasi penerapan UU tersebut.
  • Melakukan lobi dan konsultasi dengan anggota DPD RI lainnya untuk membahas temuan dan memberikan rekomendasi terkait peningkatan kebijakan perlindungan petani.
  1. Program Pengawasan dan Pertimbangan Dana Bagi Hasil Sawit:
  • Melakukan penelitian dan analisis terhadap implementasi peraturan pemerintah tentang dana bagi hasil sawit serta dampaknya pada petani dan masyarakat.
  • Mengundang stakeholder terkait untuk menghadiri rapat kerja DPD RI guna memberikan pandangan dan saran mengenai peningkatan mekanisme dan transparansi pengelolaan dana bagi hasil sawit.
  • Mengawasi pelaksanaan dana bagi hasil sawit untuk memastikan alokasi dan penggunaannya berpihak pada kepentingan petani dan sektor pertanian.
  1. Program Pengawasan Stabilitas Harga Komoditas Pertanian:
  • Membentuk tim pemantau harga komoditas pertanian di Kalimantan Barat yang akan terus memantau fluktuasi harga dan menganalisis penyebabnya.
  • Berkoordinasi dengan pihak terkait dan pemangku kepentingan dalam upaya mencari solusi guna menjaga stabilitas harga dan mengurangi dampaknya pada petani.
  • Memberikan laporan dan rekomendasi kepada DPD RI serta pemerintah pusat terkait langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengatasi masalah stabilitas harga komoditas pertanian.

Program kerja ini dirancang dengan baik untuk mencapai visi dan misi saya, dan tentunya relevan dengan tugas pokok dan fungsi DPD RI. Pemilih di Kalimantan Barat memainkan peran penting dalam menciptakan perubahan positif di sektor pertanian. Suara dan partisipasi aktif mereka dalam pemilu 2024 akan menjadi langkah penting menuju masa depan yang lebih cerah bagi pertanian dan petani di Kalimantan Barat.

Semoga dukungan dan kepercayaan dari bapak dan ibu petani serta seluruh individu yang peduli akan pertanian dapat mewujudkan pertanian yang maju, adil, dan berkelanjutan sebagai dasar yang kokoh bagi kesejahteraan dan kemajuan seluruh masyarakat di dapil Kalimantan Barat. Terima kasih atas semua dukungan yang diberikan. Bersama kita bisa menciptakan perubahan yang positif untuk masa depan pertanian Indonesia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *