Indonesia dan Malaysia Tunda Perjanjian Dagang dengan Uni Eropa sebagai Respons terhadap EUDR, Dominikus Okbertus Srikujam Dukung Perlindungan Petani Kecil

Menurut laman Sawit Indonesia (www.sawitindonesia.com), Indonesia dan Malaysia telah memutuskan untuk menunda pembicaraan perdagangan dengan Uni Eropa sebagai respons terhadap aturan baru Uni Eropa yang dikenal sebagai EU Deforestation Free Regulation (EUDR). Kedua negara tersebut menginginkan perlakuan yang lebih adil terhadap produsen minyak sawit yang terkena dampak dari peraturan baru tersebut.

Menko Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, mengumumkan bahwa negosiasi perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Eropa akan ditunda sementara waktu, setelah tujuh tahun proses pembahasan. Airlangga menyatakan bahwa mereka akan menunggu peraturan baru memberikan kelonggaran kepada produsen minyak sawit sebelum melanjutkan pembicaraan perdagangan.

Dato’ Sri Haji Fadillah bin Haji Yusof, Wakil Perdana Menteri Malaysia, juga mengkritik EUDR dan menyebutnya sebagai hukuman yang tidak adil bagi petani di Malaysia dan Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa tawaran dari Uni Eropa untuk melanjutkan pembicaraan perdagangan dengan Malaysia akan tergantung pada langkah-langkah yang diambil oleh Uni Eropa untuk memperbaiki perlakuan terhadap petani kecil.

Dominikus Okbertus Srikujam, seorang Petani Sawit Mandiri Indonesia, mendukung langkah-langkah pemerintah Indonesia dan Malaysia dalam melindungi petani kecil dari dampak negatif EUDR. Menurutnya, peraturan ini cenderung menguntungkan perusahaan besar dan multinasional yang mampu memenuhi persyaratan birokrasi yang tinggi. Ia menekankan pentingnya menemukan solusi yang adil dan berkelanjutan bagi petani kecil agar mereka tetap dapat menghasilkan pendapatan yang layak dan berkelanjutan dalam industri sawit.

Sumber: Sawit Indonesia. (diakses pada 5 Juni 2023). “Imbas EUDR, Indonesia Tunda Perjanjian Dagang Dengan Uni Eropa.” Tersedia di: www.sawitindonesia.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *