Berkat Dukungan Keluarga dan Teman, Petani Ini Siap Jadi Senator: Intip Profil Dominikus Okbertus Srikujam, S.Sos., M.Sos.

Dominikus Okbertus Srikujam adalah Petani Sawit Mandiri dengan latar belakang seorang Aktivis, Peneliti dan Politisi. Pemuda Dayak Sekujam ini lahir 13 Oktober 1980 di Sanggau dari pasangan (alm) Fransiscus Tanggan dan Yohana Sediyanti yang berasal dari Sekadau. Menikah dengan Yohana, Putri Pasangan (alm) Darius Djais dan Antonia Duri yang berasal dari Seribot Bonti pada 15 Juli 2006, ia memiliki dua orang anak, yaitu Bernardus Banero Srijagabaya dan Theresa Quaila Sriproni.

Pendidikannya diawali dengan masuk SD Negeri 08 di Sanggau pada tahun 1988. Setelah lulus SD tahun 1994, ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Sanggau. Setelah lulus SMP tahun 1996, ia melanjutkan pendidikan ke SMA PGRI Sanggau. Kemudian pada tahun 1999 ia berkuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura di Pontianak melalui Jalur PMDK (Jalur Tanpa TES melalui Penelusuran Minat dan Kemampuan).

Kuliah sambil bekerja memaksa Srikujam mengambil cuti kuliah berkali-kali sehingga baru bisa menyelesaikan program S1 nya pada tahun 2015. Selanjutnya pada tahun 2018, ia mengambil Program Pasca Sarjana Jurusan Ilmu Politik di Magister Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura Pontianak dan lulus pada tahun 2020 serta berhak menyandang gelar Magister Ilmu Sosial (M.Sos).

Seorang Petani

Profesi Petani Sawit Mandiri baru dilakoni secara full time pada tahun 2020. Meskipun tampak bertolak belakang dengan Pendidikannya, Pertanian sawit bukanlah barang baru bagi Srikujam. Sejak bergabung dengan Lembaga Perkumpulan PENA pada tahun 2004, tugas pertama yang diembannya adalah pengumpulan bahan untuk pembuatan Buku “Bertani Sawit Untung atau Buntung”.

Penerbitan buku yang mengambil study kasus di kampung Nyayat kabupaten Sambas dan Desa Engkersik Kabupaten Sekadau ini, ditujukan kepada pada calon petani sawit agar memahami dan menghitung untung rugi sistem perkebunan sawit yang ditawarkan perusahaan besar.  

Selanjutnya pada tahun 2013, ia terlibat dalam penelitian Dampak Sosial dan Ekonomi Kelapa Sawit terhadap Perempuan, yang mengambil lokasi penelitian di Desa Bange Kec. Sanggau Ledo Kab. Bengkayang, Desa Tenguwe  Kec. Air Besar,  Desa Sejuwet Kec. Kuala Behe Kab. Landak, Desa Pandan Sembuat, Kec. Tayan Hulu Kab. Sanggau, Desa Baras, Kec. Dedai Kab. Sintang dan Desa Batu Buil, Kec. Belimbing Kab. Melawi. Hasil penelitian ini kemudian dijadikan sebuah buku dengan judul Perempuan disekitar Perkebunan Sawit.

Kelapa sawit masih menjadi tema favorit Srikujam saat mengerjakan Tugas Akhir Program S1-nya pada tahun 2015. Dengan mengambil Judul “Pola Kemitraan Di Perkebunan Kelapa Sawit (Studi pada PT. Mitra Austral Sejahtera Di Desa Upe, Kecamatan Bonti, Kab. Sanggau)”, Skripsinya mampu ia pertahankan dan sampai saat ini banyak menjadi referensi tulisan Makalah dan Skripsi dari Universitas lain.

Peneliti & Aktiivis

Selain isu Perkebunan sawit, ia juga memiliki pengalaman penelitian dengan berbagai isu lainnya. Diantaranya Survey tentang kesiapan Masyarakat dalam menghadapi pemilu 2004 oleh Cetro, assessment tentang kemungkinan terjadinya konflik pada pemilu 2004 di wilayah pasca konflik di tiga kabupaten yakni Sambas, Singkawang, dan Bengkayang oleh Perkumpulan PENA dan Yayasan Interseksi, Studi Desentralisasi di Kabupaten Melawi tahun 2006 Oleh YAPPIKA, Preliminary Media Assessment tahun 2008 oleh LP3ES, Study tentang Pemahaman Masyarakat Perbatasan tentang Peran dan Fungsi DPD RI dalam Pembangunan Perbatasan tahun 2010 oleh Perkumpulan PENA, dan Penelitian Indonesia Government Index di Kota Pontianak tahun 2014 oleh Kemitraan.

Sebagai Aktivis, Srikujam tidak hanya berkutat pada Penelitian saja, ia juga memiliki pengalaman lapangan dalam mengorganisir dan terlibat aktif dalam mengadvokasi beberapa kasus masyarakat. Diantaranya; Advokasi Konflik Lahan antara Masyarakat Engkadik Pade Landak melawan PT. Airlangga Sawit Jaya (ASJ) pada tahun 2006. Kasus ini dimenangkan oleh Masyarakat Setelah melalui proses negosiasi yang cukup Panjang. Karena akhirnya PT Airlangga Sawit Jaya (PT ASJ) mengakui kesalahannya menggusur 150 Kuburan Nenek moyang dan membayar ganti rugi kepada masyarakat adat Engkadik Pade Kecamatan Serimbu, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

Selanjutnya, pada tahun 2011, ia terlibat dalam mengadvokasi kasus 2 orang perempuan asal Sanjan Emberas, Desa Pandan Sembuat Sanggau, yakni Ibu Norwety dan Ibu Linda yang menjadi korban kriminalisasi aparat hukum dan satpam perusahaan karena memungut brondol untuk kebutuhan hidup.

Kemudian, ia terlibat penuh dalam mengadvokasi Kasus Fidelis Ari Sudewarto, Seorang PNS Sanggau yang tertangkap karena menanam Ganja untuk pengobatan istrinya pada tahun 2017.

Fidelis Ari merupakan Sahabat masa Kecil Srikujam. Mereka sama-sama bersekolah di SD Negeri 8 Sanggau. Kasus ini sempat viral di Indonesia, karena terungkap fakta bahwa  ganja yang di tanaman adalah murni  untuk pengobatan  istrinya yang didiagnosis mengindap Syringomyelia, sebuah penyakit di sumsum tulang belakang.

Istrinya kemudian Meninggal setelah lama tidak diberi Ekstrak ganja karena Fidelis ari sudah berada dalam Tahanan.  Fakta Persidangan lain juga menyebutkan bahwa Fidelis tidak terlibat perdagangan gelap narkotik, tidak terbukti memperkaya diri sendiri atau orang lain, bukan pengedar atau pemakai, dan juga bukan bandar narkoba. Karena pertimbangan tersebut maka Majelis hakim Pengadilan Negeri Sanggau menjatuhkan hukuman penjara selama delapan bulan dan denda sebesar Rp 1 Miliar subsider satu bulan kurungan kepada Fidelis.

Meski mendapat hukuman penjara, Ini masih merupakan kemenangan bagi keadilan hukum. Karena jika hanya semata mata kepastian hukum, Fidelis bisa saja dipenjara belasan tahun bahkan seumur hidup karena kepemilikan narkoba golongan I.

Politisi

Aktif diorganisasi Sosial tidak menyurutkan langkah Srikujam untuk menekuni bidang yang sangat ia sukai yaitu Politik. Karena baginya, semua permasalahan yang terjadi di dalam masyarakat tidak terlepas dari peran Politik. Untuk itu, ia terlibat di beberapa Lembaga politik dan kegiatan politik di Kalimantan Barat. Antara lain; menjadi pengurus DPC  Partai Nasionalis Banteng Kemerdekaan (PNBK) Sekadau 2004-2009, Pengurus DPD Partai Pakar Pangan Kalbar (2009-2013), dan Pengurus DPD Partai Demokrat Kalbar 2015-2021.

Srikujam juga ikut terlibat aktif  sebagai Tim Pemenangan Calon Kepala Daerah dan Calon Legislatif. Ditingkat Calon Kepala Daerah di antaranya; Tim Pemenangan Pasangan Masiun-Lansang pada Pilkada Sekadau 2005, Tim Pemenangan Masiun-Muhammad pada Pilkada Sekadau 2010, Tim Pemenangan Karolin-Gidot pada Pilgub Kalbar 2018 dan Tim Pemenangan Aron-Subandrio pada Pilkada Sekadau 2020. Ditingkat Calon Legislatif, ia terlibat dalam Tim Pemenangan Calon Anggota DPD RI Erma Suryani Ranik pada pemilu 2009, Tim Pemenangan Calon Anggota DPR RI Erma Suryani Ranik Pada pemilu 2014 dan 2019. Dari kegiatan Politik ini, ia dipercaya menjadi Staf Daerah Anggota DPD RI Tahun 2009-2014 dan Tenaga Ahli Anggota DPR RI Tahun 2014-2019.

Dari kegiatan sosial dan Politik, Srikujam kemudian dipertemukan dengan berbagai macam jaring pertemanan dan organisasi. Pada tahun 2015, ia diajak bergabung dengan sebuah organisasi independen non-partisan yaitu HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Kalimantan Barat. Pada periode 2015-2018, ia dipercaya sebagai Kompartemen BPD HIPMI KALBAR Wilayah Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi dan Kapuas hulu. Kemudian pada Periode 2018-2021, ia di percaya sebagai Wakil Bendahara Umum BPD HIPMI KALBAR.

Berbagai Pencapaian

Pengalamannya sebagai aktivis, Peneliti, dan Politisi membuat Srikujam beberapa kali diminta untuk menjadi Narasumber, Moderator dan Fasilitator dari berbagai Lembaga. Sebagai Narasumber, ia pernah menjadi pembicara dalam acara Seminar pengaruh Perkebunan kelapa Sawit terhadap Perempuan Tahun 2013, Narasumber dalam acara FGD Sosialisasi Tentang Hasil-Hasil DPD RI“ Eksistensi DPD RI untuk Daerah dan NKRI tahun 2014,Pembicara dalam Seminar dan launching Buku “Perempuan Di lingkaran Sawit” tahun 2014, dan Narasumber Program Talk Show Perkebunan Sawit dan Perempuan di Ruai TV tahun 2013.

Sebagai Moderator, Srikujam Pernah memandu bebeberapa acara Diskusi dan seminar. Antaranya; “Diskusi Kritis menyambut Undang-Undang Koperasi Baru”  Kerja Sama DPD RI dengan Erma Ranik Center tahun 2012, Diskusi Kritis Menyambut UU Pangan Baru, Kedaulatan Pangan, Mungkinkah Terwujud?  Kerja sama DPD RI dengan Erma Ranik Center tahun 2012, dan Seminar Sewindu DPD RI “Mengkritisi peran Senator dalam mendorong pembangunan Kalimantan Barat”. Kerjasama DPD RI dengan Erma Ranik Center tahun 2012.

Sebagai Fasilitator, pada tahun 2007, ia pernah menjadi Fasilitator dalam pelatihan Tata Kelola Pemerintahan yang baik di 6 desa Pilot Proyek EC-Indonesia FLEGT SP. Dilanjutkan pada Tahun 2008 menjadi fasilitator Pelatihan Pembuatan Peraturan Desa di 3 desa Belajar EC-Indonesia FLEGT SP, serta menjadi Fasilitator Pelatihan para legal untuk perempuan di sekitar perkebunan kelapa sawit di 2 kabupaten (Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Sanggau) pada tahun 2013.

Pelatihan yang Pernah Diikuti

Pencapaian di atas tentu tidak terlepas dari pelatihan yang pernah diikutinya. Adapun beberapa pelatihan yang pernah diikutinya antara lain; Lokalatih Investigasi HAM, Kerja sama Walhi Kalsel dan Kontras (Banjarmasin 5-7 April 2005), Lokalatih Transparansi dan Akuntabilitas NGO (tango) kerja sama walhi Kalbar dan Yayasan TIFA (Pontianak 27-29 Agustus 2005), Pelatihan Dasar tentang pendekatan dan strategi partisipatif bagi pemimpin MA dan Mitra. Oleh Regional  Network for Indigenous Peoples in Sautheast asia (RNIP) (Pontianak 6-12 November 2005), Pelatihan bagi persiapan peneliti study desentralisasi oleh YAPPIKA (Jakarta 1-5 maret 2006), Pelatihan Agroforestry oleh Regional Network for Indigenous peoples in Sautheast asia (RNIP) (Miri Malaysia  3- 7 November 2006), Pelatihan Fasilitator Oleh Walhi Kalbar dan AMAN Kalbar (Wisma Tabor Bodok 9-13 Maret 2007), dan Kursus Memenangkan Pemilu Legislatif Oleh Tempo Institute ( Jakarta 19-20 September 2018).

2014: Utusan Petani untuk DPD RI

Saat ini, Srikujam diminta untuk mencalonkan diri Sebagai Anggota DPD RI daerah Pemilihan Kalbar oleh 4.022 Petani Sawit Rakyat yang tersebar di 10 Kabupaten Kota di Kalbar. Tugas ini diberikan karena dengan melihat pengalaman yang ia miliki, diyakini mampu untuk berunding dan berdiskusi dengan Pembuat Kebijakan ditingkat pusat untuk memperjuangkan Kepastian dan Keadilan berusaha bagi petani sawit khususnya dan semua petani di Kalbar umumnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *