RESUME BAB IV PENCALONAN KOMUNITAS TIONGHOA DALAM PIKADA KALBAR Penulis: Prof.Dr.Syarif Ibrahim Alqadrie,M.Sc

matahari terbit di barat

Syarif Ibrahim Alqadrie, 2016, seperti tercantum pada BAB IV Pencalonan Komunitas Tionghoa dalam Pilkada Kalbar, halaman 20-26 , dalam buku berjudul Matahari akan Terbit di Barat, menjelaskan bahwa partisipasi dan kehadiran komunitas Tioghoa dibidang politik sejak reformasi, setelah sebelumnya selama 3 dekade era orba di batasi, diharapkan akan terjadi persaingan keras didalam lembaga-lembaga politik baik eksekutif maupun legislative untuk menciptakan suasana moral social politik dalam merebut simpaati dan keberpihakan terhadap rakyat dalam meningkatakan kesejahteraan mereka.
Alkadrie menyebutkan ada persamaan dan perbedaan situasi anatara komunitas Tioghoa di Indonesia dengan komunitas Amerika Hitam dan China Amerika setelah 1965. Persamaannya adalah parstisipasi politik mereka sama-sama di batasi pemerintah. Perbedaannya pada partisipasi dalam bidang ekonomi. Dimana Komunitas Hitam di Amerika juga di batasi, namun di Indonesia, Komunitas Tioghioa sangat berpartisipasi dalam bidang ekonomi bahkan perkembangannya sangat pesat sehingga dapat disebut sebagai pemain tunggal yang dominan di dunia usaha . ini disebabkan paling tidak ada 3 hal yaitu (1) kemampuan dan keuletan orang-orang tioghoa dalam membangun bisnis, (2) Karakter “Penghindaran” orang Indonesia non Tioghoa dalam dunia Usaha, (3) kurangnya dukungan dari pemerintah terhadap dunia usaha. Selain ketiga factor di atas, juga disebabkan oleh tertutupnya saliran politik dan pemerinatahan selama lebih dari 3 (tiga) decade era Orba. Sehingga komunitas tioghoa menjadi sangat menguasasi, berpengalaman, dan berhasil dalam bidang bisnis.
Lebih lanjut Alkadrie menyebutkan, bahwa sejak era Reformasi, saluran politik dan sector pemerintahan telah terbuka lebar bagi komunitas tioghoa. Sehingga partisipasi dan kehadiran mereka di bidang politik, khususnya menjadi calon kepala Daerah, pemimpin, pejabat dan aparatur daerah akan memberikan angin baru yang menimbulkan mentari di barat. dengan kata lain, komunitas tioghoa yang telah sukses berpartispasi dalam bidang ekonomi juga memiliki kepentingan politik yang ingin di perjuangkan. Karena dalam proses partisipasi, mereka yang pernah sukses dalam bidang ekonomi, pasti ingin menambah keberhasilan itu dalam bidang politik atau sebaliknya. Seperti yang dinyatakan oleh para pengikut teori Liberal (Maurice Duvenger. 1998. Sosiologi Politik.Jakarta: CV. Rajawali) yang menyatakan bahwa perjuangan di bidang poltik pada akhirnya berkaitan pula dengan perjuangan dibidang ekonomi dan pencapaian suatu bidang akan mendukung pencapaian dibidang lainnya.
Dalam keterkaitan antara Dunia usaha dan Dunia Politik, Alkadrie menjelaskan, dalam Bidang Ekonomi, keterampilan, keahlian yang relevan, pengalaman yang ditempa sejak lama dan berlansungnya transaksi ekonomi memerlukan kejujuran dan saling percaya mempercayai dari kedua belah pihak yang terlibat. Karakter ini dapat dikatakan hamper tidak beda dengan dunia Politik. dimana fakta menunjukan bahwa sebagian dari mereka yang berada di dunia politik memerlukan intropeksi dan bercermin kehati nurani dengan mempertanyakan sejauhmana mereka telah bekerja untuk kepentingan rakyatr dan konsituen. Meskipun tidak semua elit politik, khususnya dilembaga eksekutif, memiliki sikap, prilaku yang demikian karena faktanya ada juga sikap dan prilaku elit politik yang memprihatinkan dan merugikan kehidupan berbagsa dan bernegara. Demikian pula dalam dunia usaha, dimana sering kejam dan tidak berperasaan. Ia hanya mengharapkan keuntungan besar tanpa peduli dengan masyarakat sekitarnya.
Pada akhirnya, Alkadrie menyatakan selamat datang kedunia politik terhadap komunitas Tioghoa yang kebanyakan berasal dari dunia usaha. Karena kehadiran mereka akan menambah persaingan positif bagi kemajuan dunia politik pada umumnya, dan peningkatan demokrasi politik dan ekonomi bagi rakyat pada khususnya. Akan tetapi hendaklah dilakukan secara bertahap, agar lebih banyak belajar untuk masuk kedalam dunia yang mereka belum miliki pengalamnya. Sehingga dalam berproses 5 sampai 15 tahun mendatang, mereka lebih siap membawa dunia poltik bersama-sama dengan saudara mereka dari kelompok komunitas lainnya kearah poltik kemakmuran dan kesejahteraan buat seluruh rakyat.

Di resume oleh: Dominikus Okbertus Srikujam, S.Sos
Untuk Matakuliah : Politik Desentralisasi dan Otonomi Daerah
Program Magister ilmu Politik
Universitas Tanjungpura

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*