Resume BAB I Buku Teori Pembangunan Dunia Ketiga: Konsep, Perseptif, Aliran, Paradigma, Strategi dan Idiologi

RINGKASAN
PENDAHULUAN
Penulis : Prof.Dr.Syarif Ibrahim Alqadrie,M.Sc

72295198-43fd-45b5-a22a-b3f81a703ea7

ABSTRAK

Alqadrie ingin menjelaskan mengapa teori pembangunan hanya di pelajari di Negara Sedang Berkembang (NSB) atau Dunia Ketiga. Ada sejumlah teori atau aliran pembangunan yang berlaku di Negara Sedang Berkembang dan dari teori atau aliran itu, aliran mana saja yang dianggap tepat memahami pembangunan di Negara Sedang Berkembang pada umumnya dan di Indonesia Pada Khususnya.
Teori pembangunan, sebagaimana juga difahami oleh sejumlah ilmuan, memiliki sejumlah pendekatan social yang berusaha memahami masalah “keterbelakangan” dan bersifat interdisplin. Karena ilmu ini bersifat normative atau apa yang seharusnya (das sollen) yaitu tidak bebas nilai dengan ikut memberikan penilaian. Sehingga teori pembangunan tidak sama dengan teori-teori pada ilmu social lain.

Kata kunci: Teori Pembangunan, Negara Sedang Berkembang (NSB), Pendekatan Sosial, Interdisiplin,, das sollen.

Syarif Ibrahim Alqadrie, 2017, seperti tercantum pada BAB Pendahuluan halaman XV – XXII , dalam buku berjudul Teori Pembangunan Dunia Ketiga: Konsep, Perseptif, Aliran, Paradigma, Strategi dan Idiologi, menjelaskan mengapa teori pembangunan hanya di pelajari di Negara Sedang Berkembang (NSB) atau Dunia Ketiga. Focus utama pembahasan Alkadrie pada bab ini adalah dititikberatkan pada Adanya sejumlah teori atau aliran pembangunan yang berlaku di Negara Sedang Berkembang dan dari teori atau aliran itu, aliran mana saja yang dianggap tepat memahami pembangunan di Negara Sedang Berkembang pada umumnya dan di Indonesia Pada Khususnya.

Menurut Alkadrie, tak seorangpun pemimpin atau pejabatpun pernah lupa menyebutkan kata pembangunan. Semua pasti pernah dan suka menyebutkan kata itu. Pembangunan sudah merupakan kata kunci yang enak dan indah untuk diucapkan. Kata pembangunan mengandung retorika indah bagi mereka yang memiliki banyak kepentingan politik, tetapi miskin keberpihakan bagi rakyat kecil yang memerlukan. Oleh karena itu, kata pembangunan mesti diperjelas baik dari asal kata (etimology) dan konsepnya maupun dari paradigm, teori dan persepktif yang melandasi dan menjadi akar kata pembangunan itu sendiri.

Alkadrie menjelaskan bahwa pengertian konsep yang memberikan kejelasan secara abstrak bagi kata pembangunan masih harus dilihat dari perspektif mana yang membicarakan. Apakah dari perspekttif materialistis yang dipakai kelompok Liberal atau kapitalisme, dari persektif komunis atau dari perspektif merkantilisme. Karena berbagai perspektif yang tepat itu pada dasarnya cenderung dipengaruhi dan ditentukan oleh teori-teori yang membahas proses pembangunan.

Alkadrie membedakan proses pembangunan dalam 3 kategori yaitu : (1) Revolusi, (2), Evolusi, dan (3) Reformasi. Makna dasar dan fungsi utama reformasi yaitu mengadakan perubahan sturktur atau lembaga masyarakat atau Negara, yang terencana, mengarah ke distribusi kekuasaan, dan yang bertujuan menciptakan keterbukaan public, memperluas partisipasi massa, terutama untuk golongan masyarakat tertentu. Karena factor penyebab utama yang melahirkan reformasi adalah krisis ekonomi dan kesenjangan social yg menyebabkan sekelompok masyarakat masyarakat mengambil inisiatif dan menggunakan krisis itu untuk menuntut distribusi kekuasaan.

Alkadrie memaparkan, hadirnya teori-teori pembangunan banyak dipengaruhi oleh paradigma pembangunan yang terbagi kedalam dua macam, yaitu: Positivisme dan Non-positivme. Dalam teori yang didasari oleh paradigma positivisme menerangkan bahwa pembangunan lebih bersifat netral, bebas nilai dan universal. Sedangkan paradigma pembangunan yang non positivme adalah kebijakan pembangunan yang memiliki keberpihakan, nilai dan kepentingan yang sangat jelas.

Menurut Alkadrie, sebagai besar litelatur tentang teori pembangunan menyebutkan bahwa teori pembangunan pada umumnya adalah studi yang dipelajari dinegara-negara sedang berkembang (NSB) atau Negara dunia ketiga. Karena NSB lah korban semangat kapitalisme dan cengkraman imperialisme yang dilakukan oleh Negara Sudah Maju (NSM) selama kurang lebih tiga setengah abad. Maka untuk mengejar ketertinggalan mereka, NSB perlu memahami teori pembangunan.
Lebih jauh, Alkadrie menjelaskan bahwa pembangunan merupakan studi antar disiplin ilmu. Studi ini tidak akan lengkap dalam memahami pembangunan kalau hanya menggunakan satu atau dua disiplin saja. Factor-faktor keberhasilan, tantangan, hambatan dan kegagalan proses pembangunan hanya dapat di fahami secara relative menyeluruh. (as a whole) menggunakan berbagai disiplin terkait seperti unsur-unsur dalam ilmu humaniora. Kedekatan dan keterhubungan antar ilmu humaniora dan studi berkarakter antardisplin tidak saja membuat pembangunan dapat dipelajari, dianalisis dan dipahami secara menyeluruh, namun keterdekatan itu mampu menghadirkan menampilkan dan mengfungsikan sejumlah akademis atau ilmuwan dari berbagai tempat, ideology, keyakinan agama, dan aliran yang berbeda dalam satu tugas akademis dan kemanusiaan.

Oleh karena itu, lanjut Alkadrie, hadirnya sejumlah pemikir atau ilmuawan dalam dunia akademisi, khususnya dalam segi teori dan pembangunan, telah memperkaya khasanah Ilmu Pengetahuan. Sehingga makin melengkapi teori pembangunan dalam memahami masalah pembangunan. Namun, meskipun bersifat interdisplin. Karena ilmu ini bersifat normative atau apa yang seharusnya (das sollen) yaitu tidak bebas nilai dengan ikut memberikan penilaian. Sehingga teori pembangunan tidak sama dengan teori-teori pada ilmu social lain.
Akhirnya, menurut Alkadrie, teori pembangunan yang berkarakter seperti ini berada dalam bagian dari paradigm non positivme. Melalui teori yang kadang juga berfungsi sebagai strategi, para penganutnya dan pemerintah NSB berhasrat agar kondisi masyarakat yang “terbelakang” itu bisa berubah menjadi lebih baik dan berkembang lagi.

Diresume oleh: Dominikus Okbertus Srikujam,S.Sos
untuk matakuliah Politik Desentralisasi dan Otonomi Daerah
Magister Ilmu Politik Universitas Tanjungpura

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*