Rindu Bertemu Anaknya Jadi Alasan Fidelis Tak Ajukan Banding.

 

SANGGAU – Fidelis Ari Sudewarto, terpidana kasus 39 batang ganja memastikan tidak akan mengajukan banding atas vonis hakim yang memutusnya delapan bulan penjara dan denda Rp1 milyar. Alasan yang membuat Ari, sapaan akrabnya sungguh menyentuh hati. Ia beralasan menolak banding karena rindu bertemu kedua anaknya.

“Ia, alasannya memang Ari ini sudah lama rindu anaknya, dan dia tidak terbiasa terpisah lama dengan anak – anaknya,” kata Penasehat Hukum terpidana, Marcelina Lin saat ditemui wartawan usai menjenguk Fidelis Ari Sudewarto di Rutan Kelas II B Sanggau bersama Yohana Suyati Kakak kandung Ari, Selasa (8/8). Keputusan tidak akan banding tersebut dikatakan Marcelina merupakan putusan Fidelis dengan pertimbangan anak – anaknya dan masukan dari keluarga.
“Kalau dihitung penahanannya sejak 19 Februari itu diperkirakan tanggal 19 November 2017 nanti dia sudah bisa bebas dan bertemu keluarga,” kata Marcelina.

Hal senada disampaikan Kakak kandung Fidelis. Menurutnya alasan Fidelis tidak melakukan upaya hukum banding lebih disebabkan karena rasa rindu dengan anak – anaknya dan keluarga.
“Selain alasan anaknya memang alasan Fidelis sendiri, karena selama ini dia tidak pernah terpisah lama dengan anaknya. Dengan kondisi ditahan begini tentu dia merasa sedih, prihatin memikirkan bagaimana nasib anak – anaknya,” kata Yohana. Dikatakan Yohana, dengan cepatnya Fidelis keluar nanti, anak – anaknya bisa lebih terurus karena saat ini Fidelis bukan hanya seorang ayah, tapi juga menjadi ibu.
“Harapan kami dengan bertemunya nanti Fidelis dengan anak – anaknya bisa memberikan ketenangan pada almarhumah istrinya karena istrinya sudah bisa melihat anak – anaknya bisa berkumpul lagi dengan ayahnya,” pungkas Yohana.

Dikatakannya, putusan hakim saat ini adalah putusan terbaik yang diterima Fidelis dan keluarga.
“Dengan menerima putusan hakim ini Fidelis lebih bisa cepat bertemu dengan anaknya dibandingkan kalau dia harus melakukan upaya hukum, belum tentu hukumannya lebih rendah, karena selama ini anaknya sudah cukup sedih dengan beban kehilangan ayah dan ibunya, minimal dengan kebebasan ayahnya nanti, kedua anaknya ini bisa lebih bahagia,” tuturnya. (iin)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*