ERMA RANIK: JAGA NKRI, JANGAN MAU DI PECAH BELAH

IMG_20160419_141714
Erma Suryani Ranik,SH sedang memberikan sosialisasi 4 pilar MPR di SMA MAkedonia Ngabang (Foto Oki)

Ngabang- sebanyak lebih kurang 150 an siswa siswi kelas  X dan XI  memadati Aula Pertemuan di SMA Makedonia Ngabang untuk mendengarkan sosialisasi Empat Pilar MPR yang di sampaikan oleh  Ibu Erma Suryani Ranik,SH anggota DPR/MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat pada selasa (19/4/2016)

Menurut Erma, SMA Makedonia dipilih menjadi tempat sosialisasi 4 Pilar MPR karena merupakan sekolah unggulan yang ada di Kabupaten Landak. Sehingga materi empat pilar MPR ini akan menjadi tambahan wawasan dan ilmu pengetahuan yang sangat berguna bagi siswa siswi nya.

Harapan senada jg di sampaikan oleh Kepala Sekolah SMA Makedonia, Setiadiana, S.Pd. Dalam sambutan nya, Setiadiana menyambut baik kedatangan Ibu Erma yang bersedia memberikan sosialisasi Empat Pilar MPR ini di SMA yang di pimpin nya.  Setia jg menjelaskan, mengapa hanya siswa kelas X dan XI saja yang menjadi peserta. “karena siswa kelas XII sudah menempuh Ujian Akhir Nasional dan di perkenan kan meninggalkan asrama” Jelas nya.

Ketertarikan siswa jg di tunjukan dengan sikap mereka yang begitu menyimak dan mencacat penjelasan dari Erma Suryani Ranik,SH tentang system ketata negaraan yang ada di Republik Indonesia serta penting nya menjada NKRI dari perpecahan seperti negara Balkan.

Ketika sesi tanya jawab di mulai, para siswa tidak mensia-siakan kesempatan itu. Salah satu nya adalah Yohanes, Siswa Kelas XI . dia menanyakan mengapa Empat Pilar Bangsa berubah menjadi Empat Pilar MPR. “ Apa yang melatar belakangi perubahan nama tersebut bu?”, Tanya Yohanes

Di jelaskan oleh Erma, bahwa perubahan nama itu karena ada gugatan masyarakat ke Mahkamah Konstitusi yang Menggugat Pancasila bukanlah Pilar, tetapi Dasar Negara. Dan MK memutuskan memenangkan pengguat. “ oleh karena itu, empat pilar Bangsa berubah menjadi Empat Pilar MPR karena sejarah mencacat , Empat Pilar merupakan Ide dari Ketua MPR periode 2009-2014 Alm Taufik Kemas” Jelas Erma.

Di akhir acara, Erma menegaskan kepada para peserta untuk tetap belajar dan mengapai mimpi setinggi langit. “Karena tanpa pendidikan yang tinggi, kita akan mudah di jajah seperti benua Amerika yang berpenduduk asli Indian kemudian menjadi benua yang di penuhi oleh orang Eropa” Pungkas nya.(Oki)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*