ERMA RANIK ADAKAN RDP TENTANG GBHN DI NGABANG

kecil
Ibu Erma Suryani Ranik,SH berfoto Bersama dengan Peserta RDP. Kampus STT Arastamar (Foto Oki)

Ngabang- Anggota DPR/MPR RI Fraksi Partai Demokrat , Erma Suryani Ranik, SH  mengadakan Rapat Dengar Pendapat dengan kader Partai Demokrat se Kabupaten Landak pada rabu pagi Di kampus STT Arastamar Ngabang (20/4/2016).

Hadir dalam RDP ini ketua DPC Partai Demokrat, anggota Fraksi PArtai Demokrat DPRD Landak, dan seluruh ketua, Sekretaris, bendahara PAC Partai Demokrat se Kabupaten Landak

Rapat Dengar Pendapat tersebut diselenggarakan karena MPR RI saat ini sedang mengkaji Amandemen Terbatas, Posisi MPR sebagai lembaga Tertinggi Negara, GBHN, DPD RI, dan Komisi Yudisial. Khusus RDP hari ini, Erma Suryani Ranik, SH mengusung tema “Menimbang Usulan GBHN dan Efektifikat Ketatanegaraan Indonesia”.

Usulan untuk menghidupkan kembali Garis-Garis Besar Haluan Negara atau GBHN sebagai landasan pembangunan kembali mengemuka, setelah pidato politik Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Rakernas PDI-P pada pertengahan januari 2016.

Pada masa orde baru, Indonesia memiliki GBHN sebagai panduan pembangunan Nasional Jangka Panjang. GBHN di susun oleh MPR sebagai lembaga tertinggi pada masa nya. Sejak tahun 2007,

Banyak terjadi pro dan kontra dengan usulan menghidupkan kembali GBHN. Yang pro menyatakan bahwa penting nya keberadaan panduan kebijakan nasional. Pihak yang kontra menyatakan bahwa kembali nya GBHN mengharus kan perubahan status politik MPR. Presiden akan di bawah MPR karena merupakan Mandataris MPR.

Secara khusus, Erma menyatakan bahwa secara pribadi ia menolak gagasan tersebut. “ GBHN merupakan produk masa lalu,  kita sekarang memiliki RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Panjang). Ini akan membuat program pembangunan berkesinambungan”. Jelas nya.

Markus, salah seorang peserta, setuju dengan pendapat Erma, markus mengatakan bahwa apabila GBHN di hidupkan kembali, bisa terjadi kegaduhan baru yang membuat ekonomi masyarakat semakin sulit. “ nanti sepanjang tahun ribut terus ngurus barang itu, masyarakat jadi ndak terurus” kata nya.

Erma berterima kasih atas masukkan dari peserta dan akan membawa hasil RPD ini ke MPR untuk kemudian di carikan solusi terbaik nya. (Oki)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*