Markus Amid Siap Bertarung pada Pilkada Landak 2017

Markus Amid, M,Div

PONTIANAK, SP – Markus Amid menyatakan siap maju bertarung pada bursa pencalonan Bupati Landak 2017 mendatang.
Bisa jadi, anggota DPRD Kalbar Dapil Landak ini, menjadi penantang serius dari calon kuat lainnya, Karolin Margret Natasa. Kepada Suara Pemred, Markus dengan tegas menyatakan siap maju dalam bursa pertarungan Pilkada Landak 2017.

Sekretaris DPC Partai Demokrat Landak ini menyebutkan, motivasi dirinya maju di Pilkada kali ini, tak lepas dari dukungan dan dorongan dari parpol dan masyarakat. “Saya sudah mendapat dukungan dari kawan-kawan di Demokrat meminta saya untuk maju. Begitu juga dengan masyarakat,” ujarnya, Kamis (10/3).

Tapi, untuk lobi politik secara langsung dengan parpol lain, belum dilakukannya. Ia mengaku, untuk Pilkada Landak kali ini terbilang berat. Karena untuk maju sebagai calon nomor satu tidak bisa mengandalkan dukungan parpol.

Butuh dukungan finansial yang kuat juga untuk itu. Ia mengatakan, saat tidak punya uang banyak untuk membiayai dana kampanye. Markus yakin, masalah finansial bukan faktor menentukan, bisa memenangkan pilkada.

Hal itu berkaca pada Pemilu Calon Legislatif DPRD Landak, pada 1999. Saat itu, Markus justru berprofesi sebagai tukang ojek. Tidak hanya jasa membawa penumpang orang, Markus kala itu juga menerima ojek untuk pengangkutan membawa kebutuhan Sembako dari warga. “Hasil dari tukang ojek itu saya untuk membeli beras keluarga saya di rumah,” tuturnya.

Siapa sangka, pada tahun 2000, dirinya dilantik menjadi wakil rakyat di Landak dari Partai Demokrasi Pembaruan (PDP).

Di Kabupaten Landak, ia sudah menjabat sebagai anggota DPRD selama tiga periode. Puncaknya, pada Pemilu Legislatif 2014, ia terpilih sebagai anggota DPRD Kalbar, dengan menggunakan Partai Demokrat.

“Artinya, saya sudah dipercaya empat periode duduk sebagai anggota dewan, karena Tuhan yang membuka jalan untuk saya,” tuturnya.

Adapun untuk Pilkada Landak, meski sekarang sudah mendapat kepercayaan dan dorongan dari partai untuk maju, dirinya juga berdoa, agar Tuhan membuka jalan untuk dirinya pada pilkada.

Ada tiga target utama, bila nantinya dirinya dipercaya duduk sebagai Bupati Landak. Yakni, meningkatkan sumber daya manusia (SDM) melalui beasiswa pendidikan, serta meningkatkan bantuan dan pembinaan umat beragama.

“Dua program itu saja, bila jalan, Kabupaten Landak menjadi ikon bagi daerah lain dalam menjalankan program pengembangan ilmu pengetahuan dan iman,” tutur Markus.

Ia berharap, ke depan, Landak tidak lagi menyandang status Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terendah di Kalbar.

Matikan Mesin
Seperti diketahui, sebelumnya, Karolin telah menyatakan siap maju bila dipercaya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
Pernyataan itu disampaikan langsung kepada Suara Pemred, belum lama ini. Tapi sebelum itu, sejumlah nama sudah bermunculan pada papan bursa calon bupati sebelum Karolin menyatakan siap maju di Pilkada Landak.

Mulai dari Vinsensius (mantan Bappeda Landak), Ludis (mantan Sekda Landak), Klemen Apui (mantan DPRD Landak) dan lainnya.

Pantauan Suara Pemred di media sosial, sejumlah nama calon mulanya ramai digaungkan maju mencalonkan Bupati Landak. Belakangan justru terbalik, pada saat Karolin menyatakan maju, justru para calon lain, belum menyatakan penuh kesediaannya untuk maju melawan Karolin.
“Mereka kayaknya takut-takut untuk bertarung melawan Karolin,” tutur Busni, pemuda Landak, Kamis (10/3).

Busni merupakan aktivis dan kader parpol. Ia terbilang dekat dengan sejumlah calon. Kepada Suara Pemred, ia menyebutkan, bahwa para calon masih menunggu situasi terakhir peta politik Pilkada Landak.

“Pasalnya, ada rasa takut di antara mereka yang akan bertarung melawan Karolin, tak lain anak dari Gubernur Kalbar, Cornelis,” ujarnya.

Barudin, satu di antara kader Parpol di Landak menyatakan hal sama.
Ia menyebutkan, wajar bila para calon takut bertarung dengan Karolin. Pasalnya, Kabupaten Landak adalah benteng PDIP untuk memenangkan pilkada.

Dimana sebelumnya pada pilkada serentak 2015  kemarin, justru kalah di sejumlah daerah.
“Memang sampai sekarang belum ada nama lawan Karolin yang muncul. Yang ramai terdengar justru nama-nama calon wakil Karolin,” tutur Andri (26), mahasiswa Untan asal Landak.

Dikatakannya, sedikitnya ada delapan nama yang mencuat sebagai bakal calon wakil Karolin. Bahkan di sejumlah media sosial, seperti facebook, sudah ada yang memasangkan foto Karolin dengan bakal calon wakilnya dan meminta pendapat netizen.

Andri menambahkan, ada kemungkinan sepinya nama lawan Karolin yang muncul dalam pilkada Landak, dikarenakan rasa takut dengan nama besar Karolin. Atau mungkin belum ada perahu politik yang siap membawa mereka, bersaing memperebutkan kursi nomor satu itu.

“Bisa jadi ini juga strategi lawan. Memang seharusnya saat-saat ini, nama-nama mulai muncul di bursa, tapi batasan dari KPU masih jauh. Yang jelas, belum ada nama penantang yang maju” ungkapnya.

Namun, ia memprediksi, dalam beberapa bulan ke depan, nama-nama penantang Karolin mulai bermunculan. Menurutnya, ada beberapa putra Landak yang sanggup dan mumpuni untuk menjadi penantang Karolin di Pilkada Landak.

Turun Gunung
Sejumlah politikus dan pengamat politik meyakini, Karolin akan menang telak di  Landak. PDIP tidak mau kecolongan lagi, setelah jago-jagonya bertumbangan saat Pilkada serentak 9 Desember 2015.

Pengamat politik Untan, Deny Purwanto kepada Suara Pemred di Pontianak mengatakan, “Sang putri mahkota nampaknya harus turun gunung. Tapi wakilnya tentu tidak boleh sembarangan, harus orang kepercayaan.

Karena nanti pada Pilgub Kalbar 2018, Karolin punya peluang lagi untuk maju, bisa sebagai calon nomor satu atau nomor dua.  Sebelumnya, Karolin menyatakan, siap maju bila ada perintah partai dirinya maju di Pilkada Landak. “Saya serahkan ke partai. Tergantung perintah dan keputusan partai nanti,” tuturnya.

Menurutnya, persoalan umum yang terjadi di daerah adalah, masalah pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Namun, khusus bidang kesehatan, belum banyak yang memberikan perhatian.

Ada anggapan bahwa, soal kesehatan hanya bagian dari urusan perawat, dokter atau bidan, padahal tidak demikian.

Menurutnya, kesehatan tidak bisa dipisahkan dari faktor lain. “Kalau kita bicara kesehatan, kita tidak mungkin tidak bicara soal akses, soal pembiayaan, policy dan kebijakan politiknya,” ujarnya.

Hal inilah yang saat ini, di Kalbar, diupayakan untuk terus ditingkatkan. Seorang kepala daerah, harus peduli terkait kondisi kesehatan masyarakat. Apalagi bidang kesehatan itu, tolak ukur keberhasilan suatu daerah. Bagaimana mau kerja jika sakit. “Bagaimana mau pintar jika kondisi lingkungan tidak bersih, sanitasi buruk,” tuturnya. (bls/loh/ang/lis)

sumber: http://www.suarapemredkalbar.com/berita/landak/2016/03/11/markus-amid-siap-bertarung-pada-pilkada-landak-2017

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*